Setelah Liburan Sebaiknya Merencanakan Liburan Berikutnya

Setelah Liburan Sebaiknya Merencanakan Liburan Berikutnya

Liburan akhir tahun yang panjang dan kini Anda mulai kerja kembali. Ada perasaan berat dan sedih ketika Anda kembali kepada rutinitas. Jika Anda mengalami hal ini, bisa jadi Anda kehilangan semangat paska kembali dari liburan panjang alias post vacation blues.

Perasaan ini biasa terjadi pada pegawai kantoran yang memiliki waktu sedikit untuk liburan. Gejala ini terkesan remeh tetapi sebenarnya bisa mempengaruhi pekerjaan Anda.

Michael "Dr. Woody" Woodward, penulis buku The YOU Plan, seperti dikutip dari Huffingtonpost.com, memiliki beberapa kiat untuk mengatasi perasaan tersebut. Ia menyarankan pelancong untuk merencanakan beberapa "liburan mini" dibanding "satu liburan besar di akhir tahun atau di pertengahan tahun".

"Rencanakan beberapa kegiatan kecil yang akan Anda nanti-nantikan," katanya. "Rancang aktivitas yang akan membuat Anda keluar dari rutinitas kerja, sehingga mampu menyegarkan Anda, membuat Anda bersemangat, dan memberikan Anda kesempatan untuk mengeluarkan stres Anda," jelasnya.


Jadi, coba segara rencanakan liburan singkat di akhir pekan ke kota terdekat. Jika Anda di Jakarta, bisa pilih wilayah sekitar seperti Kepulauan Seribu, Tangerang, Bogor, ataupun Depok. Walau dekat, agar suasana liburan benar-benar terasa, Anda bisa menginap semalam di destinasi wisata tersebut.


Rencanakan juga liburan jangka panjang di destinasi wisata yang jaraknya lumayan jauh dari tempat Anda tinggal. Misalnya ke destinasi wisata yang beda pulau. Tidak perlu yang terlalu jauh. Pilih destinasi wisata yang bisa dijelajahi dalam waktu tiga hari dua malam.

Misalnya jika Anda di Jakarta, bisa rencanakan liburan di Belitung. Cari tanggal merah atau tanggal lainnya. Sebaiknya pilih bukan tanggal merah tetapi Anda bisa cuti di tanggal tersebut. Misalnya berangkat hari Kamis dan pulang hari Sabtu. Jadi Anda punya sisa hari Minggu untuk beristirahat sebelum masuk kantor kembali.

Berburu Oleh-oleh Khas Bali

Berburu Oleh-oleh Khas Bali

Wisatawan Nusantara yang berkunjung ke Bali tidak hanya menikmati obyek wisata dan kesenian tradisional, tetapi mereka juga memburu oleh-oleh ke sejumlah pusat oleh-oleh khas Bali, di antaranya "Oleh-Oleh Arjuna Gagapan Bali" di Batubulan, Kabupaten Gianyar.

"Saya berwisata ke Bali selain berkunjung ke obyek wisata, juga menyempatkan diri untuk berbelanja suvenir ke Arjuna Gagapan Bali yang harganya lebih murah dibanding toko lainnya dengan jenis barang yang sama," kata Mira Indayani, seorang wisatawan dari Jakarta, di Gianyar, Bali, Senin (2/1/2017).

Ia mengatakan di Bali cukup banyak toko pusat oleh-oleh khas Bali, namun soal harga cukup bersaing untuk barang yang jenisnya sama.

"Karena itu pembeli memang harus lebih teliti untuk mengunjungi pusat oleh-oleh di Bali. Bagi saya, di mana toko yang berani menjual harga lebih murah, maka saya akan ke sana untuk membelinya," ucapnya.

Sebagai konsumen, Mira berharap mendapatkan pelayanan yang memuaskan. "Di Bali, banyak pilihan untuk bisa berbelanja oleh-oleh khas Bali. Tentu harapan konsumen adalah harga murah dengan kualitas memuaskan," ujarnya.

Ia mengatakan belanja Rp 100.000 sudah dapat banyak aneka macam oleh-oleh untuk keluarga. Tidak pakai tawar-tawar karena harganya sudah murah.


Sementara itu, pemilik Toko Oleh-oleh Arjuna Gagapan Bali, Pande Nyoman Yudi Sutrisna mengatakan kunjungan wisatawan yang berbelanja puncaknya pada 31 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017.

Menurut Pande, oleh-oleh khas Bali yang paling banyak dibeli wisatawan adalah "udeng" (ikat kepala) Bali, kemudian dompet, topi, sapu tangan ice cream dan berbagai oleh-oleh khas Bali lainnya.

"Di tempat ini kami memberi jaminan harga termurah, udeng Bali kami jual Rp 4.200, sarung pantai Rp 19 ribuan, di luar Rp 50 ribuan. Kami jamin di sini paling murah harganya untuk wilayah Bali," katanya.

Pande menambahkan, wisatawan yang datang ke tempatnya mengakui harga oleh-oleh yang dijual memang super murah jika dibandingkan di tempat lainnya di Bali.