Kenikmatan Masakan Makassar di Jakarta

Kenikmatan Masakan Makassar di Jakarta

Tidak ada yang meragukan ragam kekayaan kuliner Kota Makassar. Cita rasa tajam yang khas dan bumbu yang beragam membuat orang akan ketagihan untuk terus mencicipinya dan merindukannya. Namun, ke mana kita harus menuntaskan kerinduan itu saat berada di Jakarta?

Sejatinya, saat ini makin banyak rumah makan yang menyediakan hidangan Makassar di Jakarta dan sekitarnya. Jadi, sepanjang pekan ini, kami mencoba beberapa di antaranya yang sering menjadi buah bibir.

Langit mulai gelap, seperti beberapa hari belakangan ini. Gerimis pun mulai jatuh. Cuaca seperti ini membuat perut makin mengerut karena rasa lapar.

Asap tebal dari tempat pembakaran ikan di bagian depan sebuah rumah makan di bilangan Jalan Johar, Menteng, Jakarta Pusat, terasa bagaikan lambaian tangan untuk segera mendekat.


Begitu masuk ke rumah makan Pelangi Seafood tersebut, aroma ikan dan perasan jeruk nipis begitu menggoda selera. Perut semakin berontak. Langsung terbayang berbagai menu khas Makassar yang ingin dipesan. Wajar, karena rumah makan ini memang terkenal menyajikan masakan Makassar yang lengkap.

Pilihan jatuh pada menu bandeng palumara. Ini adalah masakan ikan dengan kuah yang beraroma meskipun tidak memakai begitu banyak rempah. Tampilan masakan ini sederhana, hanya terlihat bawang goreng dan beberapa biji cabai merah yang membuatnya lebih berwarna.


Begitu tiba di atas meja, aroma asam langsung menyambar hidung. Beberapa potongan ikan terlihat di wajan dengan perapian kecil itu. Dengan sambal tumis, dabu-dabu, dan potongan mangga muda, daging bandeng serasa lumer di mulut. Daging bandeng sangat gurih dengan rasa asin yang pas di lidah.

”Bandengnya tanpa duri, jadi tak usah khawatir menelan duri ikan. Rasa asamnya juga pas karena kami pakai asam yang didatangkan dari Makassar,” kata Rahman Gozali (54), pemilik rumah makan yang memiliki sejumlah cabang di Jakarta hingga Singapura ini.

Ditambah padanan sayur kangkung, makan akan semakin lahap. Jangan lupa memesan es kelapa muda dengan campuran sirop merah yang menyegarkan. Perut penuh. Beban dan penat seketika hilang digantikan kekenyangan.

Malikil (29), salah seorang pengunjung rumah makan Pelangi hari itu, mengaku datang karena rindu dengan masakan asal daerahnya. Ia juga memesan bandeng palumara. ”Kalau di kampung namanya bukan bandeng, melainkan ikan bolu,” ucap pria asli Makassar ini setelah menghabiskan makanan.

Karyawan swasta ini baru pertama kali ke rumah makan itu. Setiap bulan, dia berkeliling Jakarta untuk mencoba berbagai rumah makan yang menyediakan masakan khas Makassar untuk menuntaskan rindu akan kampung halaman.

0 komentar:

Posting Komentar