5 Komponen yang Harus Anda Cek Sebelum Membeli Mobil Bekas

Inspeksi mobil bekas

Berbeda dengan mobil baru, mobil bekas tentu memiliki masalah penurunan kinerja seiring waktu pemakaian. Komponen kelistrikan merupakan bagian utama yang harus Anda utamakan sebelum membeli kendaraan bekas pakai. Jangan sampai Anda hanya tergoda tampilan luar dan tidak melakukan pengecekan secara mendetail. Ada beberapa komponen yang harus Anda perhatikan saat melakukan inspeksi mobil bekas berikut ini.

1. Alternator
Fungsi alternator untuk menyuplai listrik ke aki agar mobil bisa bekerja dengan baik. Jika aki kekurangan aliran listrik, otomatis aki akan tekor dan butuh setruman baru. Bagaimana cara mengecek kondisi alternator masih bagus? Anda bisa mengecek ikon aki di panel dashboard mobil. Kalau indikator terus menyala, maka kemungkinan aki mobil bekas yang hendak Anda beli memiliki masalah. 

Anda juga bisa menempelkan lampu LED ke konektor lighter yang memiliki dua petunjuk. Bila nyala LED berwarna biru menandakan alternator masih bagus, sedangkan nyala LED berwarna merah menandakan bahwa alternator kurang optimal. Anda bisa pula menggunakan alat voltmeter yang lebih akurat. 

2. Kabel negatif
Jika Anda membeli mobil bekas berusia 10 tahun, maka bodi mobil sudah kehilangan daya hantar listrik. Hal ini bisa dikarenakan korosi atau debu yang berkerak selama pemakaian. Untuk menambah kabel negatif bisa lebih merata ke seluruh bodi mobil, gunakan saja grounding kit.

3. Aki mobil 
Masih berhubungan dengan poin nomor satu, inspeksi mobil selalu melibatkan pengecekan aki. Aki memiliki umur pemakaian sekitar 2-4 tahun saja dengan voltase terbaik 12-13 volt. Jika aki mobil bermasalah, otomatis komponen lain tidak bisa bekerja secara maksimal seperti lampu, AC, wiper, sistem audio, dan lain-lain. Gunakan voltmeter untuk hasil pengukuran yang lebih sempurna. 

4. Relay kit dan sambungan kabel 
Tips melakukan pengecekan mobil secara menyeluruh adalah memastikan fungsi relay kit dan sambungan kabel normal. Jika relay kit tidak berfungsi normal, risiko terjadi korsleting pada kendaraan kerap terjadi. Anda juga harus melakukan pengecekan kondisi sambungan kabel yang aman dan tidak menyebabkan masalah korsleting. Pastikan mobil bekas Anda tetap menggunakan sambungan kabel baru agar bisa menjamin daya antar listrik bisa maksimal. 

5. Melakukan pengecekan komponen mobil yang sering dilakukan pergantian
Tak hanya komponen listrik saja, Anda juga harus cek kembali kondisi komponen yang sering dilakukan pergantian. Selama masa pemakaian kendaraan yang lama, mobil bekas rentan mengalami kerusakan karena sang pemilik tidak melakukan perawatan berkala. Beberapa komponen yang sering melakukan pergantian antara lain oli mesin, filter oli, busi, saringan udara, oli gardan, oli persneling, minyak rem, dan air radiator. 

Jika membeli secara perseorangan, Anda bisa meminta catatan servis agar bisa mengetahui perawatan berkala. Setidaknya catatan berkala bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membeli motor bekas. Misalnya pemilik rutin melakukan penggantian oli mesin setiap 10.000 kilometer yang telah dilalui. Anda bisa mendapatkan mobil bekas dalam kondisi terawat, kenapa tidak? Setidaknya Anda meminimalisir risiko mengeluarkan uang lebih untuk melakukan penggantian komponen.

Cek mobil bekas secara menyeluruh wajib Anda lakukan agar tidak salah pilih kendaraan kurang layak. Jika Anda memang awam terhadap mesin dan kelistrikan mobil, tidak ada salahnya meminta bantuan orang yang lebih ahli dalam melakukan inspeksi. Jangan sampai Anda membeli mobil tidak layak dengan harga yang kurang bersahabat, ya! Jasa inspeksi independen bisa meminimalisir risiko kerugian yang bisa saja terjadi. Anda bisa mengecek informasi mengenai mobil bekas di Otospector sekarang juga, ya!

0 komentar:

Posting Komentar